@___________@
Hoooossh hoossshhh
2 orang yg tengah berlari berhenti di tengah jalan , dengan nafas yg tersengal-sengal .
" Bisa berhenti sebentar kaki ku sakit " rengek gadis tersebut .
" Kau ingin kita mati konyol , tahan sebentar lagi kita sampai di jalan raya " bujuk laki-laki tersebut .
" Tapiiii aku le,,,, ucapan gadis itu terpotong . Setelah mendengar langkah kaki yg tadi mengejar mereka semakin dekat .
" Ayo cepat lari " ucap laki-laki itu sambil menarik kencang tangan tangan gadis tersebut . Dan hampir saja gadis itu terjatuh .
" Tahan lah , sebentar lagi kita sampai di jalan raya " bujuk laki-laki tadi . Gadis itu hanya diam dan terus berlari .
Tiba-tiba ada yg memanggil ke dua orang tersebut saat mereka baru keluar dari gang .
" Saaami , mikaaa cepat naik " perintah sahabat sami . Dengan cepat laki-laki yg bernama sami mengangkat tubuh gadis yg bernama mika tadi naik ke atas motor sport milik bayu sahabat sami .
Kemudian sami juga naik sambil memeluk mika , adik angkat nya yg masih ketakutan .
" Woyy berhenti kalian " teriak seseorang dari arah belakang . Tanpa berfikir 2 kali bayu menancap gas motornya dan melesat pergi meninggalkan gerombolan orang-orang yg tadi mengejar sami dan mika .
Sami menengok kebelakang berharap tak ada yg mengejar mereka .
" Kalian tidak apa-apa kan ? Tanya bayu .
" Gak , thanks buat bantuan loe hari ini " balas sami . " yoooii , sama-sama sam !!
Bayu menghentikan motor sport nya didepan rumah sami . Kemudian sami turun . " Mik , kita sudah sampai bangun lah " panggil sami . Mika tak menjawab dan masih diam bersandar di punggung bayu .
" Mungkin mika tertidur " ujar bayu . " Mik ,, mikaaaa " panggil sami lagi dengan menguncang tubuh mika . " Eehh , eh sami terkejut , untung dengan cepat sami menangkap tubuh mika yg merosot dan hampir terhempas ke tanah .
" Heeyy , mika pingsan " panik bayu . Sami segera membopong tubuh adiknya masuk ke dalam lalu merebahkan di ranjang kamar mika dan menyelimutinya .
" Bagaimana keadaan mika ? Tanya bayu saat sami kembali ke ruang tamu . " Mungkin nanti juga baikan , hanya ketakutan dan aku rasa mika kelelahan kita berlari cukup jauh tadi " jelas ku . Bayu hanya mengangguk .
" Sebenarnya kalian dari mana , kenapa bisa melewati tempat musuh kita itu ? Selidik bayu .
" Kami baru pulang dari rumah teman nya mika , dan aku lupa tidak membawa motor , seandainya tau akan terjadi seperti ini lebih baik tadi aku tidak ikut mungkin mika malah lebih aman " terang ku .
" Aman ,,maksudmu apa sam , bagaimana bisa aman jika mika berjalan sendiri ? Guman sami .
" Kalau sendiri mungkin mika tidak akan lewat jalan situ , dan rizAl tidak akan tau jika mika adalah adik ku , kalau sudah begini pasti mereka akan mengincar mika juga " sesalku .
" Tenanglah dulu sam , yg penting sekarang kita harus lebih hati-hati . Rizal bersama genk nya itu preman kampung hanya berani keroyokan " jelas bayu . " Ya , aku tau , sekali lagi trims buat yg tadi . Ngomong-ngomong tadi kenapa kamu ada di sana ? Tanyaku . " Aku baru pulang dari rumah linda , tidak sengaja aku melihat kalian berdua , ya aku panggil saja dan ternyata memang kalian " jawab bayu . Aku mengangguk mengerti .
" Ya sudah , aku pamit dulu , titip salam buat mika kalau dia sudah sadar , dan kalau ada apa-apa kabari aku " pesan bayu lalu pamit pulang . " Siiip nanti aku sampai kan " ujar ku . Setelah bayu pulang , aku masuk ke dalam kamar mika untuk memastikan jika adik angkatku itu dalam keadaan baik-baik saja .
" Kau sudah sadar ? Tanyaku saat memasuki kamar mika . " Kau sakit ? Tanyaku lagi . Mika tak menjawab justru menatap tajam ke arahku . " Keluar aku ingin istirahat " bentak mika .
" Yaaak , siapa yg menyuruhmu membentak orang yg lebih tua dari mu " ucapku kasar . Mika melongos dan mendengus kesal .
" Bisa kau bersikap sopan pada kakak mu ini " ujarku .
" Cihhhh ,,kakak macam yg mAu membuat adiknya celaka !!
Apa seorang kakak yg suka berkelahi sepertimu pantas di hargai .
Mana janjimu pada kedua orangtuamu dan orangtuaku untuk menjagaku . Mana haahh !! Kau justru membawaku terseret dalam masalahmu " cerca mika .
" Bisa kau tidak memojok kanku , aku memang bersalah karna belum bisa menjagamu dengan baik . Tapi bukan berarti aku menginginkan kau terlibat dalam masalahku . Kau pikir aku tidak was-was !!
Kau pikir aku tidak takut jika terjadi sesuatu denganmu haaahh !!
Jangan hanya bisa menyalahkan aku saja mik , meskipun aku suka berantem tapi sama sekali aku tidak ingin kau terluka . Berkali-kali aku mencoba melindungimu dan menjagamu dengan baik , apa kau tau itu haahh " bentak . Emosi sudah menguasai dadaku . Dan ku putuskan keluar dari kamar mika , bagaimana pun ini bukan salah mika .
Mika terdiam , air matanya meleleh membanjiri pipi . Mika sadar dengan ucapan nya barusan . Meskipun sami jutek tapi sami peduli dengan mika . Sami sengaja tidak mengakui mika sebagai adiknya jika di luar rumah , agar mika terhindar dari kejahatan musuh-musuhnya .
Sami begitu sayang dengan mika , hingga membuatkan ruangan kecil di bawah ranjang mika untuk tempat persembunyian ataupun sekedar tempat merenung . Awalnya mika marah tapi akhirnya mika luluh , bagaimana pun tempat itu tidak terlalu menganggu .
" Eeuggg ,,pusing nya " erang mika sambil memegang kepalanya .
Lebih baik aku tidur saja .
¤
Sami memutari supermarket mencari bahan-bahan untuk makan malam nya bersama mika . Karna terlalu sibuk hingga tak menyadari seseorang menepuk bahunya pelan . Sami terperangat karena terkejut .
" Heeyy sam sendiri saja , mana mika ? Tanya sahabatku sambil celingukan . " Aku sendiri , mika sedang tidur di rumah " jelasku .
" Owwhh , eh sam tadi aku bertemu bayu dan bayu cerita jika tadi siang kamu di kejar-kejar rizal dan anak buahnya ? Tanya deni . Aku mengangguk meyakinkan . Deni masih saja celingukAn .
" Kau kenapa sih , mika tidak bersamaku dia di rumah " ujarku .
" Bukan itu , kamu merasa kita sepertinya sedang di awasi " jelas
Deni . " Di awasi " ulangku . Deni mengangguk . " Sudahlah hanya fikiranmu saja , lagian ini kan super market banyak yg suka ngeliat cowok ganteng seperti kita " ucapku bangga . " Ciihh kau ini , ya sudah aku cabut dulu keburu malam " pamit deni . Ok !! Balasku .
Setelah berbelanja , aku beranjak pulang , supermarket dengn rumahku memang tidak terlalu jauh . Maka ku putuskan berjalan kaki saja . Aku merasa ucapan deni tadi ada benarnya , sepertinya ada orang yg mengikuti langkahku . Akupun mempercepat langkahku setelah memasuki rumah aku menguncinya dari dalam . Ku intip dari dalam rumah . " Tidak ada siapa-siapa !! Mungkin hanya perasaanku saja .
Aku bergegas menuju dapur , menyiapkan makan malam kesukaan mika , sambal tempe dan sayur pecel sebagai tanda maafkan karena tadi siang sudah membentak nya . Selesai menghidangkan makanan di atas meja , aku menghampiri mika di dalam kamar nya .
" Eehh , kenapa gelap bukan nya dia takut gelap !! Mik ,, mika panggilku sambil meraba-raba tombol untuk menyalakan lampu .
Kleekk , lampu menyala .
" Heeeyt mik , mika sudah malam bangun lah kita makan malam " panggilku . Melihat mika tak merespon ucapanku , jangankan menjawab bergerak pun tidak . Aku mendekat ku sentuh dahinya .
" Ya tuhan , mik badanmu panas sekali " ujarku khawatir . Segera aku melangkah ke dapur mengambil kompres dan paracetamol .
" Mik , mika bangunlah " panggilku . Mika mengerjab lalu menatap ke arahku . " kenapa ? Tanya nya .
" Bangunlah makan dulu , lalu minum obat " perintah sami . Mika hanya menurut jika badan nya terasa sakit daripada berontak takut kakaknya pergi dan tidak perduli lagi dengan mika . " Badanmu sudah tidak sepanas tadi , tidurlah kau butuh istirahat yg banyak " nasehat sami .
" Baik pak dokter " canda mika . Keduanya terkekeh .
¤
Tiada ulasan:
Catat Ulasan