***
" Non , bangun non sudah siang " panggil seseorang . Lagi-lagi mika hanya mengeliat dan menarik selimutnya kembali . " Eeeekk , mika memutar tubuhnya dan kembali tidur . " Ya ampun !! Non ayo cepat bangun , nanti saya terlambat naik bis nya " seru orang tersebut . Mika kembali tersadar jika hari ini mika harus mengantar pembantu rumahnya ke stasiun , Karena harus pulang kampung anak nya sakit .
" Aku lupa , " teriak mika kemudian berlonjak menuju kamar mandi dan langsung mandi . Setelah selesai mandi mika menarik jaket miliknya dan buru-buru keluar kamar . " Gak sarapan dulu non , ini sudah saya siapan " ujar pembantu mika yg biasa di panggil bi mina . " Nanti saja bik , ayo buruan kita berangkat sekarang " ujar mika .
Mika melajukan motornya menuju terminal kemudian memarkir motornya dan mengantar bi mina orang merawat mika sejak mika masih bayi ke dalam terminal .
" Sudah , sampai sini saja non !! Non mika pulang nya hati-hati ya " pesan bik mina . Mika mengangguk lalu memeluk orang tersebut . " Iya bik , bik mina juga hati-hati semoga anak bik mina cepat sembuh " ujar mika . " Iya non . Saya pamit " ujar nya . Kemudian naik ke dalam bus yg akan membawanya pulang ke kampung halaman nya .
Setelah bis yg di tumpangi bik mina pergi , mika baru meninggalkan terminal tersebut .
Mika menghentikan motornya tepat di depan teras rumah . Mata mika menatap bingung ke arah mobil yg di parkir di depan nya . " Mobil siapa ini ? Apa ayah beli mobil baru ? Pikir mika .
" Anak ayah sudah pulang " sapa seorang pria berumur 40 thunan . Mika hanya tersenyum . Tanpa membalas ucapan ayahnya . " Sini-sini duduk " perintah ayah mika . Mika menurut kemudian duduk di samping ayah nya . " Ada sesuatu yg ingin ayah sampaikan " ujar ayah mika . " Apa ? Tanya mika . " Nanti sore akan ada anak teman ayah yg akan tinggal di sini , agar kamu tidak kesepian " jelas ayah mika . " Owwhh , laki-laki atau perempuan ? Tanya mika . " Laki-laki " jawab ayah nya . " Apaaaaa " teriak mika dan sukses membuat ayahnya terjingkat kaget . " Apa aku tidak salah dengar !! Ayolah ayah ini gila . Mana mungkin aku tinggal serumah dengan laki-laki . Bagaimana kalau dia memperkosaku atau mengintipku mandi aaatttt ,,,,,,,,,, ucapan mika terpotong karna tangan ayahnya membekap mulut mika .
" Kau cerewet sekali seperti almarhum ibumu " ujar sang ayah . Mika terdiam sedih , sepintas terbayang wajah ibunya yg sangat dia rindukan .
" Dia anak yg baik " ujar ayahnya melanjutkan penjelesan tentang laki-laki yg akan tinggal serumah dengan mika .
Dia pandai memasak dan dia yg akan mengantar mu sekolah karena dia akan bersekolah dengan mu " jelas ayah nya lagi . Mika hanya mengangga shock dengan ucapan sang ayah . " Tapiiii yah " protes mika . " tidak ada tapi-tapian . Seharusnya kau berterima kasih pada ayahmu ini karena mencarikanmu teman , sekaligus guru yg bisa mengajari mu " tegas sang ayah . " Guru !! Ulang mika . Ayah nya mengangguk mantab .
" Iya guru , selain pintar dalam pelajaran , dia juga pintar memasak " puji ayah mika . " Ya ya ya , teruslah memuji nya ayah " cibir mika . " Ya sudah cepat makan sana , ayah pergi dulu ada keperluan yg harus ayah bereskan " ujar sang ayah dan beranjak pergi . " Oh iya , mobil ayah baru loh , kau mau memcobanya " tawar sang ayah . Mika tak merespon dan beranjak pergi menuju kamarnya . " Tidak terima kasih " ujar mika . Ayah mika hanya terkekeh melihat tingkah anaknya yg selalu cuek .
" Selalu saja pergi ! Apa gak kangen sama aku " omel mika pada boneka pemberian ayahnya . Semenjak ibu mika meninggal mika hidup sendiri hanya di temani bik mina karna ayahnya sibuk pekerja mencari nafka untuk membesarkan mika .
¤
Sebuah mobil sedan , berhenti tepat di depan rumah yg tidak begitu besar tapi cukup mewan dan elegan .
" Apa ibu aku bisa jaga diri sendiri kenapa juga , aku harus di titipkan di rumah ini " protes anak tersebut kepada orangtuanya .
" Dengar sam , kami berdua juga tau kalau kamu sudah dewasa dan tentunya bisa jaga diri sendiri . Ayalah tolong kami jangan mengecewakan , Ayah sudah berjanji pada teman ayah itu " jelas ayah sami . " Betul ayahmu sam , ayolah bantu ayahmu . Bukankah selama ini ayah dan ibu selalu memberikan apa yg kamu mau " bujuk ibu sami . Membuat sami luluh juga jika ibunya yg menyuruh . " Baiklah-baiklah aku turuti permintaan ayah dan ibu " ucap sami pasrah . " Nah gitu donk , baru anak yg cakep " puji ibu sami .
Sami dan kedua orangtuanya turun dari mobil , kemudian menekan bel rumah mika . Dan kebetulan ayah mika sudah pulang dan sedang bersiap-siap untuk pergi lagi .
" Kalian sudah datang , ayo masuklah " ucap ayah mika ramah . Sami dan kedua orang tuanya masuk kemudian duduk di ruang tamu .
" Tunggu sebentar aku panggilkan putriku dulu " ujarnya kemudian menaiki tangga , karna kamar mika berada di lantai atas . Beberapa saat kemudian mika turun dengan ayahnya .
" Ini toh yg namanya mika manis juga " puji ayah sami . " Iya betul , mirip sekali dengan almrhum istrimu " timbal ibu sami . Mika hanya tersenyum .
" Nah , kalian akan tinggal bersama . Mik tunjukan kamar sami " perintah ayah mika . Mika hanya mengangguk dan kemudian berjalan naiki tangga di ikuti oleh sami . " Bersikaplah yg baik dengan mika " Bisik ayah sami . Sami hanya mengangguk mengerti .
" Hati-hatilah kalian jaga diri baik-baik . Kami berangkat " pamit ayah mika . Sami dan mika tak ada yg menjawab .
" Itu kamarmu " ujar mika sambil menunjuk kamar kosong di sebelah kamar mika . " Iya trima kasih " ujar sami seramah mungkin . " Yuup sama-sama " balas mika dan beranjak pergi menuju kamarnya sendiri .
Sami memasuki kamar barunya . " Waahh ini lebih besar di banding kamar sendiri " ujar sami senang . Untuk beberapa saat sami sibuk membereskan kamarnya . Dan di kejutkan dengan hpnya yg berdering . Sebuah pesan singkat masuk .
To : ayah .
BERSIKAPLAH YG BAIK , JAGA MIKA DENGAN BAIK , KAU TAU KAN KALAU MIKA YATIM JADI BERSABAR JIKA MIKA BERBUAT KURANG BAIK .
Sami hanya geleng-geleng kepala , membaca pesan dari ayahnya . Lalu mengetik sesuatu dan di kirim ke hp ayah sami .
To : Sami .
TENANGLAH AYAH , AKU AKAN MENJAGANYA DENGAN BAIK .
Mika menuruni tangga menuju ruang makan , sejak pagi mika belum sarapan apapun .
" Saaam " panggil mika . Sami membuka pintunya " Ada apa " jawab sami dingin . " Kau sudah makan ? Tanya mika . Sami mengeleng . " Ayo kita makan dulu " ajak mika . Sami tak menjawab dan kembali menutup pintunya .
" Dasar cowok aneh " batin mika .
Glontaaaanggggggg,, sebuah panti jatuh dari kompor dan membuat isi di dalamnya ikut tumpah . ARRRggg teriak mika karna tangan nya ikut terciprat air panas .
Jluuug jluuugggg .
Langkah kaki menuruni tangga menuju dapur setelah mendengar suara benda jatuh dan teriakan mika . " Kau kenapa ? Tanya sami masih dengan nada datar . Mika tak menjawab dan masih sibuk mengibas-ngibas tangan nya yg perih terkena air panas . Sami menarik tangan mika membawanya duduk di sofa . " Dimana kotak p3k ? Tanya sami . " Di sana dekat lemari es " jawab mika . Sami segera bangkit mengambil kotak tersebut kemudian mengobati tangan mika yg melepuh .
" Hiks hiks " mika menangis sambil sesekali mengusap air matanya yg menetes . " Jangan cengeng begitu " sindir sami . " Biar , memang kenapa " balas mika tak kalah sewot . " Aaiisshh kau ini " omel sami .
Setelah lukanya di obati mika kembali ke dapur .
" Heii mau kemana ? Tanya sami . " Ke dapur , aku lapar " ujar mika melas . Sami jadi tak tega melihat mika seperti itu .
" Tunggu di sini , biar aku masak kan nasi goreng untukmu " ujar sami . Kemudian beranjak menuju dapur . Mengambil bahan-bahan di kulkas .
" Duduklah di sini , nasi goreng nya sudah siap." ucap sami . Mika berdiri kemudian menuju meja makan lalu duduk di sana . " makanlah pelan-pelan " perintah sami sambil menyodorkan satu piring nasi goreng ke arah mika .
" Suap " ujar mika . Sami malah menatap ke arah mika . " Apa , suap." ulang sami . Mika mengangguk
" Aiiss dasar anak kecil , makan sendiri . Kau ini manja sekali " bentak sami . Mika masih seketika menunduk .
" Kenapa membentak ku , kalau tidak mau bilang saja tidak perlu membentak " ucap mika dengan suara parau dan hampir menangis .
Sami terdiam sejenak kemudian ingat pesan dari ayahnya .
" Maaf " sesal sami . Mika justru bangkit kemudian beranjak pergi . Tapi di tahan oleh sami . " Maafkan aku , duduklah biar aku menyuapimu " perintah sami . Mika duduk dan sami memutar tubuh mika menghadap ke arahnya . " Kalau kau membelakangi ku bagaimana aku bisa menyuapimu " cibir sami . Mika terkekeh sambil mengusap air matanya . Seperti anak kecil yg habis menangis kemudian diam setelah di belikan permen lolipop .
" A,, buka mulut nya " ujar sami . Mika membuka mulutnya lebar-lebar . " Yakk jangan lebar-lebar " bentak sami . Kemudian mika menutup mulutnya mika menghela nafas .
" Bagaimana aku menyuapimu kalau kau tutup begitu " gerutu sami . mika kemudian membuka mulutnya lagi , dan sami menyuapkan nasi yg berada di sendok . Mika mengunyah dengan cepat dan langsung menelan nya . " Yaakk , kunyah yg benar " protez sami . " Aaiiss kau ini bawel sekali , mirip ibu-ibu " cibir mika .
" Kunyah yg benar kalau tidak aku tidak akan menyuapimu lagi " ancam sami . " Iaaa, iaaa " jawab mika dengab mulutnya yg tersumpal makanan . Lagi-lagi mika mengelengkan kepalanya .
¤
" Miikk , bangun teriak sami dari luar kamar mika . Mika tidak berkutik sama sekali hanya mengeliat lupa jika hari ini . Hari senin kembali untuk sekolah .
" Aaiiss , anak ini " omel sami kemudian masuk ke dalam kamar mika .
" Mik , mika bangunn kau tidak sekolah " panggil sami . Mika hanya mengelengkan kepala . " Jangan ganggu tidurku inikan masih pagi " gerutu mika .
Sami meraih jam deker milik mika tidak lupa memutar jarum jam nya . " Lihat ini " ujar sami sambil menunjuk kan jam deker tersebut tepat di depan wajah mika . " Haaaahhhh , gawat-gawat " lonjak mika kebingungan setelah melihat jam dekernya menunjuk kan pukul 6:30 .
Mika segera mandi , sedangkan sami keluar dari kamar mika menuju dapur untuk membuat sarapan . Sami untuk hari ini dan seterusnya tidak akan membiarkan mika mendekati dapur , kalau tidak mika hanya akan menghancurkan dapur yg sudah bersih dan rapi .
" Ayoo berangkat " ujar mika yg sudah mengunakan seragam nya . " sarapan dulu " balas sami . Mika melonggo melihat sami yg sedang menyiapkan sarapan dan masih mengunakan baju biasa .
" Kau tidak sekolah ? Tanya mika sambil mencomot roti yg sudah di siapkan oleh sami sebagai sarapan mereka hari ini . " Sepertinya masih ada waktu untuk menganti baju " ujar sami tenang . Mika bingung dan mencoba mencerna ucapan sami , kemudian menoleh ke arah jam dinding . Menunjuk kan pukul 6:00 . " Haaahhh , " mika terkejut dan tersedak . Uhuk uhuuukkkk . " Kau ini , kenapa tidak hati-hati " omel sami . Mika malah melotot ke arah sami .
" Kau tadi membohongiku " gertak mika , sami mengangguk .
" Ya , kenapa memang nya ? Kau ini kan perempuan masak bangun nya telat " sindir sami . " Lihat saja besok , aku pasti bisa bangun pagi " seru mika . " Mana mungkin bisa " ujar sami meremehkan . " Yak kau iniiiii " teriak mikA .
" Ok , ok liat saja besok , kalau tidak bisa kau harus mendapat hukuman " ancam sami . Kemudian bergegas menuju kamarnya menganti bajunya dengan seragam sekolah .
" Ayo berangkat " ajak sami . Mika mengangguk kemudian mengikuti langkah sami menuju garasi mengambil motor mika . " Aku ikut denganmu boleh ? Tanya sami . " Boleh tapi kau yg nyetir " jawab sami . Emmm !! .
Sami dan mika berangkat bersama , sami memarkir motor sami di tempat parkir kemudian menyerahkan kunci motornya ke arah mika . " Ngomong-ngomong kamu kelas berapa ? Aku tidak pernah melihatmu Tanya mika . Kelas 3 A " jawab sami dan beranjak menuju kelasnya . Mika sendiri hanya garuk-garuk kepala . " pantas saja ayahku bilang dia anak pintar . Memang anak-anak yg menempati kelas 3 A otaknya kinclong alias jenius , super pintar . Sedangkan aku kelas 2 B .
" Lihat saja , semester nanti ku pastikan aku akan pindah kelas 2 A .hehehe .
Untuk beberapa hari mika dan sami berangkat dan pulang bersama . Tapi tidak untuk hari ini . Mika pulang sendiri setelah sami pamit akan pulang sendiri .
" Enak nya ngapain ya " ujar mika ..sambil mondar-mandir di ruang tengah . " Aku lapar " ujarnya lagi . Kemudian menuju dapur , membuka lemari es .
" Gak ada apapun yg bisa aku makan " gerutu mika karna lupa belanja . Bukan lupa sih mika memang tidak pernah belanja selama ini mika hanya tau makan , sekolah tidur dan bermain .
" Lebih baik aku keluar saja , makan soto ayam pasti lezat " pikir mika .
Mika mengambil jaket kemudian keluar rumah , tidak mungkin menunggu sami bisa-bisa mika mati kelaparan .
" Pesan apa mbak ? Tanya pelayan tersebut ramah . Mika melihat daftar menu .
" Soto ayam nya satu sama es teh " jawab mika . " Baik tunggu sebentar .
Beberapa saat kemudian pesanan mika datang .
Mika segera melahap soto ayam tersebut . " Rasanya mirip seperti soto ayam bikinan bik minah ' batin mika . Tanpa sadar butiran bening mengalir di pelupuk mata mika . Aku merindukanmu bik " ujarnya lirih .
Mika trus melahap soto ayam miliknya tanpa di sadari di luar hujan lebat . Setelah membayar soto ayamnya mika berniat pulang , tapi hujan membuat mika mengurungkan niatnya dan menunggu hinga hujan reda .
Di rumah mika , sami mondar-mandir seperti orang yg habis kerampokan . Ya bukan Barang atau uang yg hilang tapi mika si anak dari pemilik rumah . Anak yg di titipkan kepada sami lah yag hilang . " Kemana bocah itu " panik sami .
Tiba-tiba pintu terbuka lebar seseorang berdiri kemudian masuk ke dalam rumah tersebut dengan keadaan basah kuyub .
" Dari mana saja kau ? Omel sami . Mika tak merespon justru berlari menaiki tangga kemudian masuk ke dalam kamarnya dan menutupnya . Sami hanya berdiam diri dan menunggu mika keluar kamar kemudian menjelaskan apa yg terjadi dengan nya .
" Kenapa lama banget gak keluar-keluar " batin sami . Kemudian sami mendekatkan telinganya di depan pintu kamar mika dengan perasaan khawatir . Apa yg sedang dia lakukan " pikir sami .
Hampir setengah jam sami berdiri di depan pintu kamar mika , masuk tidak masuk !! Sami masih bingung memutuskan untuk masuk atau menunggu mika di luar kamar .
" Masuk saja , " ujar sami . Perlahan-lahan sami membuka knop pintu kamar mika kemudian berjingkat pelan .
" Mik,, mikaaa " panggil sami tapi tak ada jawaban . " Miiikaaaaaaa " panggil sami lebih keras dari yg tadi tetap saja tak ada jawaban .
" Jangan-jangan dia pingsan " batin sami .
Sami membuka pintu kamar mika perlahan berharap bukan hal buruk yg akan di lihatnya nanti .
" Mikaaa " teriak sami terkejut melihat mika yg tersungkur di lantai hanya mengunakan kaos dalam dan celana pendek .
" Bodoh , bodoooh sami memukul-mukul kepalanya mengusir pikiran kotor yg sekarang bersarang di otak nya . Sami mengangkat tubuh mika sedikit terasa hangat .kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang . Gleeekk sami menelan ludahnya susah payah . Jelas terlihat tubuh mika tanpa balutan kaos dan celana panjang yg biasa menutupi tubuhnya .
" Eeuuughhh ,,mika mengerang sambil memegang kepalanya yg sedikit pusing . " Yaak kau ngapain di sini " teriak mika sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya . " Aku tadi menolongmu yg sedang pingsan , jadi jangan berfikir yg macam-macam " sergah sami . Mika terdiam mendengar penuturan sami . " Cepat pakai bajumu , ku buatkan bubur dulu " ujar sami lalu beranjak keluar dari kamar mika .
Deg deeegggg . Jantung sami berdegub kencang , saat bayangan tubuh mika melintas di benaknya . " Yaakk pikiran kotor apa ini " gerutu sami sambil mengaduk bubur .
" Apanya yg kotor ? Tanya mika yg tiba-tiba berdiri di belakang sami . Sontak membuatnya berlonjak . " Yak anak tikus kau mengagetkanku " cibir sami . Mika malah tertawa terbahak-bahak .
Sami hanya diam sambil memperhatikan mika yg tertawa begitu lepas . " jangan memandangku seperti itu panda " omel mika . " Apa kau bilang . Panda " ulangku . " Iya memangnya kenapa , kau miripkan
pada " ledek mika . " Ya ya ya ,,terserah kau saja yg penting kau senang " seru sami . Mika beranjak duduk di kursi sambil memperhatikan sami .
" Kau sakit ? Tanya sami sambil menempelkan punggung tangan nya di dahi mika . " Kau deman " seru nya lagi panik .
" Yak ,,,aku hanya demam jangan panik seperti itu panda " omel mikA yg risih melihat sami rusuh , mondar-mandir membuka semua laci di dapur untuk mencari obat . Padahal obatnya di taruh di kotak p3k dekat lemari es .
" Makanlah dan cepat minum obat , lalu tidur " ujar sami . " Iya-iya ,,kau ini benar-benar bawel , mirip ibu-ibuuu " ledek mika . Sami tak merespon ucapan mika .
" A,, buka mulutnya " perintah sami . " Aku bisa makan sendiri " tolak mika . " Jangan banyak protes cepat buka mulut atau ku cium " ancam sami .
Mau tidak mau , mika menuruti ucapan sami .
" Anak pintar " puji sami . " Kau kenapa begitu peduli denganku ? Tanya mika . Sami bingung harus menjawab apa .
" Ka ,,karena aku , eh bukan karna kau butuh di perhatikan " jawab sami . Owwhh .
¤
" Mik , hari ini kau pulang sendiri gak papa kan " ujar sami . Mika mengangguk . " Iya gak papa " jawab mika meskipun ada rasa kecewa mika mencoba tersenyum .
" Mika segera pulang , menaiki motor miliknya , sedangkan sami memilih naik bis . Mika tidak langsung pulang tapi berbalik arah menuju pemakanan . Setelah menabur bungga , mika berdoa di pusara ibunya . " Ibu aku pulang dulu ya " pamit mika sambil mengusap lembut nisan ibunya .
Mika pulang menuju rumahnya , dengan perasaan lega setelah mengunjungi makam ibunya .
Mika memarkir sepedanya kemudian masuk ke dalam rumah .
" Hai mik sudah pulang , dari mana saja ? Tanya sami . Mika tidak langsung menjawab setelah sadar jika ada seseorang lagi di dalam rumahnya . melihat mika yg terus menatap tajam ke arah linda , sami berniat memperkenalkan teman nya pada mika .
" Kenalkan mik ,ini linda temanku " ujar sami . Mika membalas uluran tangan linda .
" Mika. Linda .
" Aku masuk kamar dulu " pamit mika . Sami dan linda hanya mengangguk . Mika memasuki kamarnya , melempar tasnya ke sembarang arah .
Sakit , sakit rasanya itu yg mika rasakan saat ini .
Mika menuruni tangga , tidak lagi melihat teman sami di rumahnya .
" Tidak ada makanan " ujar mika . " Saaaammmm,, panggil mika tapi tak ada jawaban . " apa mungkin sami keluar " pikir mika .
" Duuuoorrrrrrr.....
Tiba-tiba petir menyambar . Hujan turun dengan lebatnya mati lampu di tambah mendung yg semakin gelap membuat mika semakin ketakutan .
Duuooorrrrrrr ,,gllaarrrr petir kembali menyambar .
Aaarrrrrgggg mika berteriak sambil menangis tubuhnya pendekam di bawah meja . Seperti anak ayam yg kehilangan induknya .
Hiks hiks ibu ,, ayah tolong aku isak mika . Hiks hiksss . Mika tetap menangis .
Setelah mengantar linda pulang , sami kembali pulang kerumah mika . " Untung tadi bawa payung kalau tidak pasti sudah basah kuyub .
Sami membuka pintu , kemudian masuk tapi langkahnya terhenti , sami mempertajam pendengaran nya .
" Siapa yg menangis ?.
Sami melangkahkan kakinya menuju suara itu berasal . Kemudian mika berjongkok .
" Heeii kenapa menangis ? Tanya sami . Mika tetap menangis tanpa berkutik .
" Mik ,,? Panggil mika . Mika terkejut dan menepis kasar tangan sami . " Heii ini aku ,, aku sami mik ," bujuk sami . Mika menangis . " Jangan takut ini aku " bujuk sami lagi sambil meraih lengan mika agar keluar dari bawah meja .
" Kau kenapa ? Tanya sami . Kali ini rasa kasian menjalar di otak sami . Melihat mika yg ketakutan .
Glllaarrrr,,, petir menyambar untuk kesekian kalinya .
" Aarrrgg,, mika berjongkok sambil menutup telinganya .
" Tenanglah ada aku " bujuk sami , reflex sami memeluk mika yg masih ketakutan . " Kau takut gelap dan petir ? Tanya sami . Mika mengangguk .
" Tenanglah ada aku , jangan takut " ujar sami mencoba menenangkan mika . " Pegang ini , sudah jangan takut lagi ya " ucap sami sambil menyodorkan hp miliknya yg di nyalakan hingga cahaya itu menerpa wajah mika .
Mika mengangguk dan menerima hp sami . Seperti anak kecil yg baru di belikan mainan .
Sami perlahan-lahan meninggalkan mika untuk mencari lilin . Kmudian menyalakan nya .
" Sam " panggil mika .
" Ya , kenapa ? Tanya sami . " Aku lapar " ujar mika polos . " Ya tuhan , kenapa aku bisa lupa tidak memasak kan sesuatu untukmu " tunggu di sini ya ? Pesan sami . Mika mengangguk .
Sami memasak mie untuk mika .
" Hanya ada ini , tidak apa-apa kan " ujar sami . " Iya , gak papa " jawab mika . " Kamu gak makan ? Tanya nya . Sami mengeleng . " Aku sudah makan tadi !!
" Malam ini temani aku tidur " rengek mika . " Iya , aku pasti menemanimu tenanglah." ucap sami .
Mika berada di kamar sami , karena mika takut sendirian jika mati lampu . " Kau tidak mengerjakan pr ? Tanya sami . " Sudah ku kerjakan tadi siang " jawab mika sambil memainkan game di dalam ponsel sami .
" Yeeee aku menang ? Teriak mika . Sami hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mika .
" Benar-benar gadis aneh , sebentar-sebentar marah , nangis lalu seperti anak kecil " guman sami .
" Errrrgggg , akhirnya selesai juga pr ku . Sami menutup bukunya kemudian memasuk kan kedalam tasnya .
" Cepat sekali tidurnya " batin sami . Mika tertidur dengan meringkuh seperti anak kucing . " Manis juga gadis ini . Meskipun bandel nya gak ketulungan .
Sami duduk di dekat ranjangnya , kemudian membelai pelan rambut mika lalu menyelimutinya .
" Benar kata ayahku , meskipun kau menjengkelkan tapi kau juga anak yg manis .
Aku berjanji akan selalu menjagamu mik " ujar sami .
Kemudian mengecup kening mika .
Tiada ulasan:
Catat Ulasan